Satgas MBG Majalengka Tidak Berpihak, Harus ada Ketegasan Terhadap 42 Balita,Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui Penerima MBG Yang Dirawat

Majalengka – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rona Firmansyah Soroti Keracunan MBG Sekitar 42 penerima manfaat di Kabupaten Majalengka mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok B3, yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui para pasien dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Rona Firmansyah menyampaikan hal itu merespons kasus keracunan massal yang diduga setelah menyantap menu MBG, di Desa Parakan kecamatan leuwimunding Kabupaten majalengka.

Bacaan Lainnya

“Jangan mudah mengizinkan SPPG yang belum sesuai standar untuk beroperasi agar penerima manfaat tidak dirugikan. “Ujar Rona Firmansyah saat di wawancara pada Senin (08/12/2025).

Rona Firmansyah Menegaskan jangan sampai program MBG yang mulia ini yang direncanakan oleh Presiden rusak dan tidak dipercaya oleh masyarakat dengan adanya kelalaian-kelalaian di SPPG tersebut harus ditindak tegas oleh satgas kabupaten majalengka.

“Jangan sampai masyarakat jadi korban kalau SPPG menjadi korbannya tidak jadi masalah, tapi kalau masyarakat yang jadi korban berarti Satgas satu keberpihakan ke SPPG. “Tegasnya

Rona Firmansyah Menjelaskan saya di amanahkan oleh ketua kordinator MBG pak Zulkifli Hasan sebagai Menko dan Ketua Umum PAN untuk menggawal program MBG di kabupaten majalengka tersebut dan mensukseskan program presiden tersebut di terima baik oleh masyarakat sebagai penerima manfaatnya.

“Selama ini program MBG sendiri hanya diampu oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penguatan tata kelola hingga pengawasan akan dibagi tugas kepada Pemerintah Daerah atau Satgas MBG Daerah. “Jelasnya

Saya Berharap dapur MBG di kabupaten majalengka juga wajib untuk mengantongi sertifikat halal hingga Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) alias sistem manajemen keamanan pangan yang sistematis dan berbasis ilmiah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang dapat terjadi di setiap tahap rantai pasoka.

Pos terkait