Majalengka – Bulan Ramadan, umat Islam kembali memasuki fase penting dalam kehidupan keberagamaan. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembinaan iman, penguatan akhlak, dan peningkatan kesalehan sosial. Karena itu, menyambut Ramadan idealnya dilakukan dengan kesiapan spiritual sekaligus pemahaman keagamaan yang benar dan sesuai dengan syariat.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka H. Iing Misbahhudin menyampaikan Sebagai bagian dari amanah yang saya emban, saya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang mulus, dan saluran irigasi yang prima hanyalah sarana.
Namun Ramadhan hadir untuk mengingatkan kita semua pembangunan yang jauh lebih kursial, yakin pembangunan karakter dan spiritual.
“Pernyataan tersebut menyoroti pandangan penting bahwa di samping pembangunan fisik (infrastruktur publik), pembangunan manusia—yaitu karakter dan spiritual—adalah fondasi yang jauh lebih krusial.” Ujar Iing Misbahhudin saat di wawancara media pada Rabu 18 Februari 2026.
Iing Misbahhudin menyampaikan Ramadhan sering dijadikan momentum oleh berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD, untuk mengingatkan hal ini. Beberapa poin utamanya adalah: Pembangunan Karakter: Ramadhan melatih kejujuran, disiplin, kesabaran, dan empati. Karakter ini sangat dibutuhkan untuk melahirkan pemimpin dan warga negara yang berintegritas.
“Pembangunan Spiritual: Meningkatkan kedekatan diri kepada Tuhan, yang diharapkan berdampak pada pengurangan tindakan amoral dan peningkatan kesalehan sosial.
Keseimbangan: Infrastruktur fisik (jalan, jembatan, gedung) akan lebih bermakna jika dikelola oleh manusia yang berakhlak mulia.”Ucapnya
Pembangunan fisik tanpa karakter yang baik berpotensi disalahgunakan. Ramadhan menghadirkan jeda reflektif bagi kita semua untuk kembali fokus pada pembangunan manusia secara utuh (fisik dan spiritual).***.






