Majalengka — Suasana dunia usaha Majalengka kembali memanas. Nama Enther Nizar, tokoh muda yang selama ini dikenal vokal dalam isu ekonomi daerah, tiba-tiba muncul sebagai sosok yang digadang siap maju sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Majalengka. Deklarasi sikap ini sontak memunculkan gelombang perhatian dari pelaku usaha hingga komunitas penggerak ekonomi lokal.
Dalam pernyataannya, Enther tampil tegas dan berbeda dari gaya birokratis yang biasa terdengar. Dengan suara lantang, ia menegaskan bahwa Kadin harus kembali pada marwahnya: mendorong iklim investasi, bukan terjebak menjadi sekadar pemain proyek pemerintah.
“Kadin itu rumah besar para pengusaha. Fungsinya menarik investor, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya jadi pemain proyek APBD,” ujar Enther Nizar saat di wawancara media pada Selasa (02/12/2025).
Pernyataan itu dianggap sebagai tamparan keras bagi budaya organisasi yang kerap dituding terlalu dekat dengan proyek-proyek pemerintah daerah. Enther menekankan bahwa Majalengka sedang berada di titik krusial pertumbuhan dengan KEK, bandara Kertajati, hingga kawasan industri yang semakin bergerak, sehingga peran Kadin harus benar-benar menjadi motor pengungkit ekonomi, bukan sekadar penonton.
Ia juga menyebut bahwa dunia usaha membutuhkan kepemimpinan yang berani membuka pintu kolaborasi, menghadirkan investor baru, menghubungkan UMKM dengan pasar besar, dan memperkuat ekosistem industri kreatif, agribisnis, hingga manufaktur.
Deklarasi dukungan kepada Enther mulai bermunculan dari sejumlah pengusaha lokal yang berharap ada perubahan arah besar dalam tubuh Kadin Majalengka. Meski demikian, dinamika internal organisasi diprediksi akan semakin sengit menjelang pemilihan.
Satu hal yang jelas, langkah Enther Nizar telah menghangatkan suhu ekonomi Majalengka. Pertarungan gagasan di Kadin kali ini bukan sekadar soal kursi, tapi soal masa depan iklim investasi di tanah Nyi Rambut Kasih






