Gunung Merapi Alami Peningkatan Erupsi

Yogyakarta. Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas erupsi. Hal ini berdasarkan pengamatan sejak Jumat (1/9/23) dini hari.

Dalam keterangannya, Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi melaporkan Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 16 kali.

Bacaan Lainnya

“Teramati guguran lava 16 kali ke arah Barat Daya (Kali Bebeng), dengan jarak luncur maksimal 2.300 meter,” jelas Petugas pengamatan Gunung Merapi, Suraji, dilansir dari rri.co.id, Jumat (1/9/23).

Dilaporkan terdengar suara guguran 4 kali terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara guguran sedang. Sedangkan secara visual Gunung Merapi yang berada di Level III (Siaga). Terlihat jelas dengan kabut 0-II,kabut 0-III. “Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 150 m di atas puncak kawah,” tambahnya.

Suraji menjelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor Tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. “Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” ungkapnya.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Selain itu, masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. “Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan