Kapolda Jabar Apresiasi Terobosan Kapolres Bogor Ubah Joki Jalanan Jadi Supeltas Terlatih

 

​BOGOR – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Drs. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si. Apresiasi tersebut diberikan atas inovasi Kapolres Bogor yang berhasil mentransformasi joki penunjuk arah menjadi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) resmi guna mendukung kelancaran Operasi Lilin Lodaya 2025.

​Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelatihan khusus yang digelar di Aula Sanika Satyawada (SS) Polres Bogor pada Rabu (10/12/2025). Melalui inisiasi AKBP Wikha Ardilestanto, sebanyak 60 warga lokal yang sebelumnya beraktivitas sebagai joki jalanan kini dirangkul dan diberikan pembekalan resmi agar memiliki legalitas serta keterampilan dalam membantu tugas kepolisian di lapangan.

​Dalam arahannya, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Rudi Setiawan menekankan bahwa inovasi ini merupakan solusi cerdas dalam mengelola potensi masyarakat menjadi kekuatan positif. Kapolda menegaskan bahwa transformasi joki menjadi Supeltas adalah langkah nyata Polri dalam memberikan pembinaan sekaligus menjamin ketertiban jalur wisata yang sering terkendala oleh aktivitas penunjuk arah liar.
​Irjen Pol. Rudi Setiawan juga menginstruksikan agar seluruh Supeltas yang telah dilatih oleh Kapolres Bogor benar-benar menjadi perpanjangan tangan Polri yang humanis.

Kapolda berharap para sukarelawan ini mampu memberikan informasi yang akurat dan bantuan pengaturan lalu lintas yang tidak memberatkan masyarakat, melainkan mempermudah wisatawan selama masa libur Nataru.

​Kapolda Jabar memastikan bahwa kurikulum pelatihan yang disusun AKBP Wikha Ardilestanto telah mencakup materi krusial seperti Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Hal ini sangat penting agar Supeltas memiliki kesiapsiagaan dalam memberikan bantuan awal apabila terjadi kecelakaan atau situasi darurat medis di jalur-jalur tikus yang sulit dijangkau kendaraan besar.
​Selain itu, Kapolda Jabar memberikan arahan agar para Supeltas dibekali kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan kerjanya.

Dengan pembekalan dari Sat Reskrim, para relawan diharapkan mampu mengidentifikasi serta melaporkan setiap tindak pidana atau aktivitas mencurigakan secara cepat kepada personel Polri yang bertugas di Pospam terdekat.
​Terkait teknis di jalan raya, Kapolda Jabar melalui instruksinya menekankan pentingnya keseragaman gerakan pengaturan lalu lintas sesuai standar prosedur kepolisian. Melalui bimbingan Sat Lantas Polres Bogor, para Supeltas dilatih agar instruksi tangan dan isyarat yang mereka berikan kepada pengendara dapat dipahami dengan jelas guna menghindari kebingungan di titik kepadatan.

​Irjen Pol. Drs. Rudi Setiawan menyatakan bahwa keberadaan Supeltas yang terbina di bawah arahan AKBP Wikha Ardilestanto akan sangat membantu tugas personel gabungan di jalur Puncak dan sekitarnya. Kapolda meyakini bahwa kolaborasi antara petugas resmi dan relawan terlatih ini akan meminimalisir praktik pemerasan berkedok penunjuk jalan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.
​Kapolda Jabar menutup arahannya dengan berpesan agar seluruh jajaran Polres Bogor terus mendampingi para Supeltas selama pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025 berlangsung. Beliau menegaskan bahwa keselamatan para sukarelawan saat bertugas harus tetap menjadi prioritas utama dengan tetap mengenakan perlengkapan keselamatan seperti rompi dan alat komunikasi yang memadai.

​Melalui langkah inovatif AKBP Wikha Ardilestanto yang didukung penuh oleh Kapolda Jabar ini, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bogor diharapkan tetap kondusif. Transformasi joki menjadi Supeltas terlatih ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Jawa Barat dalam mengelola partisipasi masyarakat untuk menyukseskan agenda nasional akhir tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *