SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP – Perkembangan penanganan dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Tambrauw kembali menjadi perhatian publik setelah keluarga salah satu korban, almarhum Delano Kambu, mendatangi Markas Kepolisian Daerah Papua Barat Daya pada Jumat (24/4/2026). Kedatangan tersebut dipimpin langsung oleh ibu kandung korban bersama sejumlah anggota keluarga dengan tujuan memperoleh kepastian terkait proses hukum yang hingga kini dinilai belum memberikan kejelasan.
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, keluarga menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk rasa kecewa terhadap minimnya informasi yang mereka terima selama proses penyelidikan berlangsung. Menurut pihak keluarga, keterbatasan komunikasi dari aparat penegak hukum membuat mereka kesulitan memahami sejauh mana perkembangan kasus yang menewaskan Delano Kambu.
Selain itu, keluarga juga menyoroti adanya ketimpangan perhatian publik terhadap kasus yang menimpa almarhum Delano dibandingkan dengan peristiwa pembunuhan dua tenaga kesehatan yang terjadi beberapa waktu setelahnya. Mereka menilai fokus pemberitaan dan perhatian institusi lebih condong kepada kasus terakhir, sehingga kasus yang lebih dahulu terjadi terkesan kurang mendapat sorotan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Wakapolda Papua Barat Daya memberikan penjelasan bahwa pihak kepolisian tetap menjalankan proses penyelidikan secara profesional dan menyeluruh terhadap kedua peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada perlakuan berbeda dalam penanganan kedua kasus, karena keduanya memiliki keterkaitan berdasarkan hasil pendalaman aparat.
Menurutnya, daftar pencarian orang (DPO) yang telah ditetapkan merupakan hasil dari rangkaian penyelidikan yang dimulai sejak kasus pembunuhan Delano Kambu. Dari proses tersebut, aparat menemukan indikasi kuat bahwa pelaku yang sama terlibat dalam kedua kejadian yang berlangsung di Kampung Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.
Lebih lanjut, Wakapolda menyampaikan bahwa upaya pengejaran terhadap para terduga pelaku masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur kepolisian. Ia juga memastikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terdampak.
Penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut diterima oleh keluarga korban, meskipun mereka tetap berharap adanya peningkatan transparansi dari pihak kepolisian ke depannya. Keluarga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih terbuka agar mereka dapat mengikuti perkembangan kasus secara berkala.
Di sisi lain, keluarga juga meminta agar proses penangkapan terhadap para tersangka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang dapat segera direalisasikan. Mereka berharap langkah cepat dari aparat penegak hukum dapat menghadirkan rasa keadilan sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini masih menggantung.
Kasus ini sendiri terus menjadi perhatian masyarakat Papua Barat Daya, mengingat dampaknya yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga memengaruhi rasa aman masyarakat di wilayah tersebut. Aparat kepolisian pun diharapkan mampu menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
(TK)






