MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka Harus mulai menggerakkan kembali potensi wisata Gunung Karang di Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka.
Destinasi yang sempat terbengkalai tersebut kini didorong untuk direaktivasi dengan mengedepankan potensi sejarah, budaya, lingkungan hingga aksesibilitas.
Dalam kunjungan itu turut hadir Bupati Majalengka Eman Suherman, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, Iing Misbahudin, Kepala Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka, Solehudin, Camat Majalengka, Aay Kandar Nurdiansyah serta Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Adhi Setya Putra.
Ketua Komisi III DPRD kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin, S.M, S.H, mengatakan Gunung Karang memiliki modal penting untuk dikembangkan karena lokasinya berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Majalengka.Selain lokasinya strategis, kawasan tersebut juga menyimpan nilai sejarah yang dinilai belum banyak tergali.
“Nilai sejarahnya juga luar biasa. Lokasi ini tidak jauh dari pusat pemerintahan, berada di Kecamatan Majalengka. Ternyata kita punya destinasi wisata yang belum begitu banyak tergali,” Ucapanya
Iing Misbahuddin mendorong penuh upaya kelestarian alam oleh masyarakat. Kali ini, unsur stakeholder lingkungan hidup membuktikan semangat kegotongroyongan dalam mengangkat produk budaya lokal yang kelak bisa menghidupkan nilai ekonomi di tengah masyarakat.
“Budaya Karuhun Sunda yang di Gunung Karang memang dapat menyatukan insan berbudaya dari berbagai daerah di Indonesia. Kami bangga bisa hadir di sinih. yang digelar di Objek Wisata Gunung Karang di Blok Pancurendang Tonggoh Kelurahan Babakan Jawa Kecamatan Majalengka.”pada Sabtu (22/08/2026).
Iing Misbahuddin menjelaskan Gunung Karang bukanlah potensi wisata baru. Kawasan tersebut pernah dikembangkan, namun dalam perjalanannya mengalami kondisi yang membuat keberadaannya tidak lagi terkelola secara optimal.
“Kini, Pemkab Majalengka harus menghidupkannya kembali melalui langkah yang lebih terencana.Kita bersepakat dan berkomitmen untuk melakukan reaktivasi kembali Gunung Karang,” katanya.
Ia menyebut terdapat beberapa jalur yang dapat digunakan untuk menuju Gunung Karang, di antaranya dari arah Wates, Jorendang dan Simpur. Akan tetapi, kondisi sejumlah akses tersebut masih membutuhkan pembenahan.
“Karena itu, rencana pengembangan akses menuju Gunung Karang akan dikaitkan dengan pengembangan potensi wisata di kawasan timur Kabupaten Majalengka.”Ujar Iing Misbahuddin
Iing Misbahuddin menegaskan kawasan timur Majalengka memiliki potensi wisata yang sangat besar. Penguatan konektivitas antarwilayah dinilai dapat membuka peluang agar sejumlah destinasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi satu rangkaian kawasan wisata.
“Majalengka di sebelah timur adalah potensi wisata. Dari yang kecil-kecil sampai yang besar, ada banyak destinasi wisata yang tersebar,”Pungkasnya
Harapan kedepannya Karuhun budaya Sunda harus terus dijaga, dipelihara, dan dilestarikan. Salah satunya adalah potensi kearifan lokal dalam demonstrasi budaya urang Sunda (Debus) harus terus kita kembangkan sebagai budaya yang adiluhung.





