Majalengka — Suasana malam di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di area Blok Taman Baru, Desa Sunia, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak mencekam pada Rabu (23/9/2026) malam.
Lautan api tiba-tiba muncul dan membakar kawasan hutan pinus sekitar pukul 19.30 WIB. Angin kencang dan cuaca kering membuat si jago merah berhembus cepat dan mengancam area sekitar.
Peristiwa menegangkan ini pertama kali diketahui oleh Yusuf, seorang anggota TNGC Resor Taman Baru yang sedang bertugas. Kaget melihat kobaran api di kegelapan malam, ia langsung bertindak cepat menghubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat desa setempat.
“Mendapat laporan tersebut, tim gabungan bersama warga langsung bergerak ke lokasi kebakaran,” ujar Babinsa Koramil 1704/Talaga, Serma Satimin.
Perjuangan Menembus Kegelapan Malam
Hanya berselang 20 menit dari laporan awal, sekitar pukul 19.50 WIB, aksi heroic pun dimulai. Babinsa Koramil 1704/Talaga Serma Satimin, Anggota Polsek Banjaran Brigadir Rizki, jajaran petugas TNGC, perangkat Desa Sunia, hingga masyarakat sekitar bahu-membahu menembus area hutan yang terbakar.
Dengan peralatan seadanya dan bantuan jet shooter (pompa air gendong), tim gabungan mengepung titik api agar tidak semakin meluas menembus kawasan TNGC yang lebih dalam.
Setelah perjuangan melelahkan selama kurang lebih tiga jam di tengah kepungan asap dan hembusan angin malam yang kencang, titik api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WIB. Proses pendinginan total dinyatakan selesai pada pukul 23.00 WIB.
Dugaan Penyebab dan Kerugian
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden mencekam ini. Namun, amukan si jago merah melahap area lahan hutan pinus seluas kurang lebih separuh hektar (± 1/2 hektar).
Dugaan sementara, musibah kebakaran ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang menjalar, diperparah oleh kondisi cuaca kering dan tiupan angin kencang di lokasi. Petugas pun mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan di sekitar area rawan kebakaran hutan. (Pendim_0617)




