Polda Papua Barat Daya Tetapkan 7 DPO Kasus Penembakan Anggota Marinir: Kontak Tembak di Aifat Selatan Terungkap, Polisi Intensifkan Pengejaran

SORONG, BUSERJATIM.COM GROUP — Kepolisian Daerah Papua Barat Daya membeberkan perkembangan terbaru dalam penanganan kasus dugaan pembunuhan berencana dan perampasan senjata api yang menewaskan dua anggota Satgas Gobang VII Yon 9 Marinir. Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis, 23 April 2026, aparat kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan telah mengarah pada penetapan tujuh orang tersangka yang kini berstatus buronan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu pagi, 22 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIT di Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Saat itu, lima personel Satgas Gobang VII tengah melaksanakan pergerakan rutin dari Pos Induk menuju Pos Tinjau yang berjarak kurang lebih 150 meter. Jalur yang dilalui merupakan area belakang rumah warga, yang selama ini dianggap relatif aman untuk dilintasi.

Bacaan Lainnya

Namun situasi berubah drastis ketika dua personel yang berada di barisan depan mendekati radius sekitar 30 meter dari Pos Tinjau. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah ketinggian di atas pos. Tembakan pertama langsung mengenai salah satu anggota, disusul rentetan tembakan berikutnya yang kembali menghantam personel lainnya. Serangan mendadak tersebut memicu kontak tembak antara aparat dan pelaku.

Dalam kondisi terdesak, anggota yang tersisa berupaya memberikan perlawanan sambil melakukan manuver mundur guna mencari perlindungan. Situasi di lapangan dilaporkan berlangsung cepat dan penuh tekanan, mengingat posisi pelaku berada di titik yang lebih strategis. Upaya penyelamatan dilakukan segera setelah personel bantuan tiba di lokasi, yang kemudian mengevakuasi para korban dari area kejadian.

Akibat insiden tersebut, dua anggota dinyatakan gugur di tempat, sementara satu personel lainnya mengalami luka tembak pada bagian tangan dan berhasil diselamatkan. Korban luka langsung mendapatkan penanganan medis, sementara jenazah korban gugur dievakuasi untuk proses lebih lanjut.

Dalam proses penyidikan yang berjalan intensif, aparat kepolisian telah mengumpulkan berbagai alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi kunci. Mereka yang dimintai keterangan meliputi komandan satuan tugas sebagai pelapor, anggota yang selamat dari kejadian, warga setempat yang berada di sekitar lokasi, serta tim forensik yang menangani olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan hasil analisis mendalam, termasuk profiling terhadap para pelaku, penyidik akhirnya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Ketujuhnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dan identitas mereka telah dikantongi oleh aparat.

Polda Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengejaran secara maksimal terhadap para tersangka. Langkah-langkah taktis dan koordinasi lintas satuan terus diperkuat guna memastikan para pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian serius, tidak hanya karena menelan korban jiwa dari aparat negara, tetapi juga karena melibatkan unsur perencanaan dan perampasan senjata api. Kepolisian memastikan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan, dengan tujuan menghadirkan keadilan bagi para korban serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga yang ditinggalkan.

(Tim/Red)

Pos terkait