INDRAMAYU – Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap pelajar untuk belajar, berteman, serta meraih cita-cita. Tidak boleh ada pelajar yang merasa takut datang ke sekolah karena mengalami perundungan atau kekerasan.
Pesan tersebut disampaikan personel Polsek Terisi Polres Indramayu Polda Jawa Barat, Brigpol Wahedi, saat menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 3 Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 07.30 WIB itu diikuti sekitar 791 pelajar, serta dihadiri Kepala SMA Negeri 3 Terisi Misriyah, S.Pd., M.Pd., bersama para guru dan staf sekolah.
Di hadapan para pelajar, Brigpol Wahedi memberikan pembinaan mengenai bahaya perundungan (bullying), kenakalan remaja, tawuran antarpelajar, hingga penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong.
Dalam amanatnya, Brigpol Wahedi mengingatkan bahwa perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik.
Tindakan mengejek, merendahkan, mempermalukan, mengancam, atau menyebarkan konten yang menyakiti orang lain melalui media sosial juga dapat termasuk perilaku perundungan.
Karena itu, para pelajar diajak untuk lebih menghargai teman, menjaga ucapan, dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan.
Selain berdampak pada kondisi fisik, perundungan juga dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, dan membuat korban merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.
Melalui pembinaan tersebut, pelajar diingatkan untuk tidak menjadi pelaku maupun membiarkan perundungan terjadi di sekitarnya.
Selain perundungan, Brigpol Wahedi memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi merugikan masa depan pelajar.
Di antaranya tawuran, penyalahgunaan narkoba, pemalakan, balap liar, keterlibatan dalam kelompok yang melakukan kekerasan, serta perusakan fasilitas umum.
Para pelajar juga diingatkan agar tidak mudah mengikuti ajakan tawuran, termasuk yang bermula dari perselisihan atau tantangan melalui media sosial.
Brigpol Wahedi turut menekankan pentingnya tertib berkendara dan menghindari penggunaan knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Terisi AKP H. Ian Hernawan menjelaskan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan upacara merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan gangguan keamanan sejak usia sekolah.
Menurutnya, pelajar merupakan generasi penerus yang perlu mendapatkan pendampingan, pemahaman hukum, dan motivasi agar mampu menentukan pilihan yang baik dalam pergaulan.
Pembinaan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan, sehingga para pelajar merasa lebih dekat dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang mengancam keselamatan mereka.
Kapolsek Terisi berharap pesan yang disampaikan dapat mendorong para pelajar untuk saling menghormati, menjauhi kekerasan, dan lebih fokus mengembangkan potensi diri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, melalui kolaborasi kepolisian, sekolah, guru, dan orang tua dalam menjaga serta mendampingi generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek berharap SMA Negeri 3 Terisi terus menjadi lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan mendukung setiap pelajar untuk tumbuh serta meraih cita-citanya.
Sebab, masa sekolah semestinya dikenang melalui persahabatan, pembelajaran, dan prestasi, bukan melalui kekerasan maupun perundungan. Pungkasnya.





