Polda Jawa Barat terus berkomitmen melaksanakan proses rekruitmen anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis guna menghasilkan calon anggota Polri yang profesional, unggul dan berintegritas.
Dalam pelaksanaan tahapan seleksi penerimaan anggota Polri tahun ini, seluruh proses dilakukan secara terbuka dengan pengawasan ketat dari panitia internal maupun pengawas eksternal. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama tanpa adanya praktik kecurangan ataupun pungutan liar.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Fadly Samad menyampaikan bahwa prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) menjadi pedoman utama dalam setiap tahapan seleksi. Mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, psikologi, akademik hingga kesamaptaan jasmani dilaksanakan secara objektif sesuai kemampuan masing-masing peserta.
“Polda Jawa Barat berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta seleksi. Rekruitmen ini dilaksanakan secara profesional dan tidak dipungut biaya. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” ujarnya.
Selain itu, para peserta dan orang tua juga diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung hasil penilaian pada beberapa tahapan seleksi sebagai bentuk transparansi. Panitia juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan pendampingan dan pelayanan informasi secara maksimal kepada peserta selama proses seleksi berlangsung.
Melalui rekruitmen yang bersih dan profesional ini, Polda Jawa Barat berharap dapat melahirkan generasi anggota Polri yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat.




