Lemahnya Pengawasan Dari Dinas PUTR Majalengka dan Pelaksana Pekerjaan tidak ada Di Lokasi Saat Rona Firmansyah Sidak Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan Dukuh Huma Lokasi Di Kecamatan Kadipaten

Majalengka – Pekerjaan jembatan yang bermutu rendah akibat lemahnya pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka dan ketiadaan pelaksana di lapangan saat inspeksi mendadak (sidak) Anggota DPRD Majalengka H. Rona Firmansyah ke Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan Dukuh Huma yang di kerjakan oleh CV. Samudra Berkah Abadi Lokasi pekerjaan di Desa Liangjulang Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka, merupakan pelanggaran serius. Kondisi ini mencerminkan buruknya manajemen proyek dari kontraktor pelaksana dan kegagalan fungsi pengawasan (supervisi) dari dinas terkait.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka meminta pengawasan proyek perbaikan jembatan pada tahun 2026 dilakukan secara lebih maksimal. Pengawasan dinilai menjadi faktor penting agar kualitas pembangunan infrastruktur benar-benar sesuai perencanaan.

Bacaan Lainnya

Rona Firmansyah mengatakan evaluasi Pembangunan jembatan penghubung Desa Kadipaten dan Liangjulang tidak ada pengawasan dari Dinas terkait dan pelaksana pun tidak ada di lokasi dan tidak sesuai spek yang di harapkan, pelaksana kerjaan melimpahkan kepada pekerja menunjukkan masih adanya kelemahan dalam sisi pengawasan lapangan. Karena itu, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka meningkatkan kontrol terhadap setiap proyek strategis.

Menurut dia, proyek dengan nilai besar tidak cukup hanya dipantau melalui laporan administrasi, melainkan perlu pengawasan langsung selama proses pengerjaan berlangsung.

“Kelemahan proyek ini di pengawasan. Artinya, kita minta untuk setiap satu proyek yang ada di kabupaten Majalengka harus diawasi Oleh Dinas PUTR Majalengka,” ujar Rona Firmansyah Saat di wawancara media pada Selasa 26 Mei 2026.

Politisi dari Partai Amanat Nasional menilai pengawasan yang lemah dapat memicu pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis. Akibatnya, kualitas Jembatan yang dibangun berpotensi cepat rusak dan tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa pengawasan bukan hanya sekadar formalitas, namun harus benar-benar dilakukan secara detail di lapangan. Dengan begitu, setiap tahapan pekerjaan dapat dipastikan berjalan sesuai standar.

“Karena kalau proyek-proyek itu tidak diawasi, jadi kita khawatir proyek itu asal-asalan,” tegasnya.

Selain itu, Rona Firmansyah juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dari pelaksana proyek agar tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjaga mutu hasil pembangunan.

“Kualitas Pekerjaan jembatan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan sejak awal hingga proyek selesai dikerjakan. Jika pengawasan dilakukan dengan baik, maka hasil pembangunan diyakini akan lebih awet dan memberi manfaat bagi masyarakat.”lanjutnya

Rona Firmansyah berharap Dinas PUTR Majalengka dapat menjadikan evaluasi proyek tahun sebelumnya sebagai bahan perbaikan ke depan. Dengan pengawasan yang lebih intensif, proyek infrastruktur di Kabupaten Majalengka diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat.

Perbaikan jalan sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga serta pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Oleh sebab itu, DPRD Kabupaten Majalengka menilai kualitas pengerjaan tidak boleh diabaikan.

Kekecewaan masyarakat setempat, yang diwakili oleh Ketua RW 09 Blok Dulu Huma Desa Liangjulang Pak Iwan menyampaikan Kualitas kurang maksimal Kekecewaan masyarakat setempat muncul karena merekalah yang terdampak langsung oleh hasil pekerjaan kalau tidak bermutu.

“Pengawasan Lemah dari Dinas PUTR Majalengka tidak melakukan evaluasi atau pengawasan secara berkala terhadap progres fisik di lapangan.” Ucapnya

Pak Iwan menjelaskan Pelaksana Proyek Kontraktor atau pelaksana pekerjaan dan pengawas Dinas PUTR Majalengka tidak berada di lokasi saat pengerjaan berlangsung, sehingga spesifikasi teknis sering diabaikan dan menurunkan kualitas Jembatan tersebut.

“Bangunan itu bisa berkualitas apabila ada pengawasan yang benar-benar diawasi di lapangan. Jadi nanti kualitasnya akan bagus sesuai dengan perencanaan dari awal.”Pungkas Pak Iwan

Pos terkait